Sains Kulit

Mengenal Skala Fitzpatrick: 6 Tipe Kulit dan Reaksinya Terhadap Matahari

Mengenal Skala Fitzpatrick: 6 Tipe Kulit dan Reaksinya Terhadap Matahari

Tidak semua kulit bereaksi sama terhadap paparan sinar matahari. Ada yang mudah terbakar hanya dalam beberapa menit, ada pula yang jarang mengalami reaksi apa pun. Untuk memahami perbedaan ini, dunia dermatologi mengenal sebuah sistem klasifikasi bernama skala Fitzpatrick — cara sederhana untuk mengelompokkan kulit berdasarkan bagaimana ia merespons sinar UV.

Apa itu skala Fitzpatrick?

Skala Fitzpatrick membagi kulit manusia ke dalam enam tipe, dari tipe I hingga tipe VI, berdasarkan tingkat sensitivitas terhadap sinar matahari dan seberapa besar kemungkinan kulit tersebut berubah warna (menjadi lebih gelap) setelah terpapar. Semakin rendah angkanya, umumnya semakin sensitif kulit tersebut terhadap sinar UV.

Enam tipe kulit menurut skala Fitzpatrick

  • Tipe I — Mudah terbakar, warna kulit tidak pernah berubah menjadi gelap (tergolong sangat sensitif).
  • Tipe II — Mudah terbakar, warna kulit berubah sedikit kecoklatan (sensitif).
  • Tipe III — Mudah terbakar, namun kulit berangsur-angsur menjadi gelap (tergolong normal).
  • Tipe IV — Sedikit terbakar, warna kulit cenderung selalu kecoklatan (coklat sedang).
  • Tipe V — Jarang terbakar, warna kulit cenderung coklat tua (tidak sensitif).
  • Tipe VI — Tidak pernah terbakar, dengan warna kulit gelap alami.

Kenapa penting untuk mengetahui tipe kulitmu?

Mengetahui tipe kulit menurut skala ini bukan sekadar informasi menarik — ada manfaat praktisnya. Kulit dengan tipe I dan II umumnya memerlukan perlindungan dari sinar matahari yang lebih ekstra, seperti penggunaan tabir surya dengan SPF lebih tinggi dan waktu paparan matahari yang lebih dibatasi, karena risiko kerusakan kulit akibat sinar UV cenderung lebih tinggi pada kelompok ini.

Sebaliknya, kulit dengan tipe V dan VI meski cenderung lebih jarang terbakar, tetap membutuhkan perlindungan dari sinar matahari untuk mencegah masalah kulit jangka panjang lainnya, seperti hiperpigmentasi atau penuaan dini akibat paparan UV yang terus-menerus.

Bagaimana cara mengetahui tipe kulitmu?

Cara paling sederhana adalah dengan memperhatikan bagaimana kulitmu bereaksi ketika terpapar sinar matahari langsung selama beberapa waktu tanpa perlindungan — apakah cenderung memerah dan terasa perih, ataukah cenderung berubah gelap secara bertahap tanpa reaksi berlebihan. Dari situ, kamu bisa memperkirakan masuk ke tipe yang mana berdasarkan enam kategori di atas.

Apa pun tipe kulitmu, satu hal tetap berlaku untuk semua: penggunaan tabir surya secara rutin adalah langkah pencegahan yang tidak boleh dilewatkan dalam rutinitas skincare harian, khususnya bila kamu juga menggunakan produk dengan bahan aktif pencerah seperti niacinamide, licorice, atau alpha-arbutin, yang membuat kulit sedikit lebih sensitif terhadap paparan matahari selama masa perawatan.

TR
Tim Riset MejaviDivisi Riset & Pengembangan Produk, PT Satu Satunya
Baca Juga

Artikel terkait lainnya.