Pertanyaan "usia berapa sebaiknya mulai pakai skincare" semakin sering muncul, terutama di kalangan remaja yang mulai penasaran dengan dunia perawatan kulit. Jawabannya sebenarnya tidak sesederhana satu angka pasti — tergantung pada jenis produk dan kebutuhan kulit masing-masing.
Patokan umum berdasarkan kandungan aktif
Sebagai patokan umum, jika sebuah produk skincare mengandung bahan aktif dengan konsentrasi normal hingga tinggi — seperti niacinamide dosis tinggi, acid eksfoliasi, atau retinol — maka penggunaannya sebaiknya menunggu usia minimal 15 tahun. Di usia sebelum itu, kulit masih dalam tahap perkembangan dan cenderung lebih sensitif terhadap bahan aktif dengan konsentrasi tinggi.
Ini bukan berarti anak-anak atau remaja di bawah 15 tahun tidak boleh merawat kulit sama sekali. Perawatan dasar seperti membersihkan wajah dan menggunakan pelembap ringan umumnya tetap aman dan bahkan dianjurkan sebagai kebiasaan baik sejak dini.
Bagaimana jika sudah mengalami masalah kulit seperti jerawat?
Bagi remaja yang sudah mulai mengalami masalah kulit seperti jerawat meski usianya belum genap 15 tahun, sebaiknya pilihan produk difokuskan pada yang membantu mengontrol produksi minyak berlebih (oil control) dengan formula yang lembut, dibanding langsung menggunakan produk dengan bahan aktif berkonsentrasi tinggi yang berisiko membuat kulit justru semakin iritasi.
Rutinitas dasar yang aman untuk segala usia
- Membersihkan wajah dengan cleanser yang lembut, dua kali sehari.
- Menggunakan pelembap ringan sesuai kebutuhan kulit.
- Menggunakan tabir surya di siang hari, terutama bagi yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
Kesimpulan
Tidak ada salahnya mulai mengenal skincare sejak usia muda, selama dimulai dari rutinitas dasar yang aman dan produk dengan formula yang sesuai usia. Penggunaan bahan aktif dengan konsentrasi lebih tinggi sebaiknya ditunda hingga usia yang lebih matang, atau dikonsultasikan lebih dulu bila ada kondisi kulit tertentu yang memerlukan penanganan khusus.


